Kamis, 15 Oktober 2015

Semarang 2015

Yuhuuuuu...Detik-detik perjalanan menuju Semarang sudah semakin dekat. Kami siap melakukan perjalanan keliling Semarang sembari mampir juga ke Gunung Andong semalam. Saya dan Mba Wina memang sama-sama menuju Semarang tapi pulangnya kita pisah.
Saya, Frelly,Aldyno dan Ucup (adik saya) kita baliknya tetap ke Semarang. Sedangkan mba Wina, Nita, Benti, Wastu, Mas Teguh dan bang Heri pulang ke Jogja. Tapi tujuan kami tetap sama yaitu nanjak bareng ke Gunung Andong 1726mdpl.


Have a nice weekend

Jumat, 9 Oct 2015
19.00 PM Saya dan Mba Wina meninggalkan kantor untuk menuju Pasar Senen setelah keluar dari kawasan SCBD mba Wina inget kalo battery kameranya ketinggalan. Jadi mba Wina balik lagi kekantor untuk ambil barang yang tertinggal. Setelah semuanya beres, Kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan busway jurusan Harmoni dan turun di Tugu Monas. Lalu melanjutkan perjalanan busway jurusan Pasar Senen.

Pukul 20.20 PM sampai juga di Pasar Senen, Kita harus berjalan kaki agar sampai di Stasiun Pasar Senen. Lumayan jauh juga untuk bisa masuk ke Stasiun Pasar Senen. Sesampainya di Stasiun, Ucup dan dyno sudah antri di mesin cetak tiket.

Setelah semuanya cetak tiket, Kami masih harus menunggu kereta Tawang Jaya tiba. Sambil menunggu kami tetap menghabiskan waktu dengan tingkah konyol saat mau foto bareng. Maklum gak ada yang bisa kita lakukan selain putu-putu. Gak lama kemudian frelly pun tiba dengan papa nya yang mengantarkan cici ke stasiun pasar senen. lengkap sudah semuanya, tapi tetap saja waktu berjalan lama untuk keberangkatan kami pada pukul 23.00 PM

Maapkeun Tingkah kami teman-teman

Tiket pun sudah di cetak

Beginilah muka gw yang gak ke kontrol
Mariiii kita naek kereta tuuuttt tuuuttt tuutttt

Pukul 22.40 PM Kami sudah memasuki kereta Tawang Jaya untuk menempuh perjalanan jauh kami menuju Jawa Tengah yaitu Stasiun Semarang Poncol. Berbekal cemilan dan minuman segar selama diperjalanan, kami pun masih on untuk ngobrol sampai jam 1 malam. Tapi selebihnya sudah ada di alamnya masing-masing. Anehnya setiap perjalanan ke Jawa selalu deh kebangun di Tegal, Entah ada apa dengan Tegal. Pasti kebangun mulu kalau sudah ada di pemberhentian Tegal. Tapi setelah itu, saya pun tertidur kembali melanjutkan mimpi yang tertunda sebentar.

Sabtu, 10 Oct 2015
Pukul 05.00 AM Ada hikmahnya kebangun dari tidur kalau liat view sunrise di perjalanan seperti dibawah ini. Takjub udah pasti, Kagum apalagi deh, Pokonya gak ada kata nyesel deh kebangun dari tidur. Malahan disuguhi pemandangan yang super kece macam gini

Sunrise di perjalanan menuju Semarang Poncol


Pukul 06.00 AM Sampai juga di Stasiun Semarang Poncol, Kami bergegas untuk menemui Pak Roso, Driver kami selama di Semarang. Beliau lah yang mengantarkan ke tempat tujuan kami. Pak Roso asik banget diajak ngobrolnya. Biaya untuk mengantarkan kami menuju Brown Canyon, Pagoda Buddhagaya dan Gunung Andong dikenakan Rp. 50.000/Orang karena kami bersepuluh. 

Sepulang dari Gunung Andong, Saya hanya berempat dikenakan biaya Rp. 100.000/orang untuk tujuan ke Pondok Kopi Umbul Sidomukti, Sam poo kong dan Masjid Agung Jawa Tengah. Cukup murah bukan untuk biaya segitu. Karena saya cari rental mobil rata-rata harganya mahal sekali. 

Makanya kami pun sewa angkot untuk mengantarkan kami ke tujuan manapun yang kami inginkan. Bagi kalian yang mau sewa mobilnya Pak Roso, ini nomor handphone nya ya 081325964755. Silakan hubungi sesuka hati anda, Pak Roso siap melayani anda #tsaaaahhhh promosi banget yaaaa.

Lumayan lama kami menunggu Bentiana yang belum tiba juga. Memang sih mba Wina janjiannya jam setengah 7 pagi. Makanya Bentiana belum juga nongol. Sembari nunggu...Saya, Mba Wina dan Nita mandi dulu karena kemarin sorekan belum mandi yaaa. Badan enak banget, Segeeerrrr kena air. Kalau yang lainnya sih gak ada yang mau mandi karena malas. Hahahhaa...Terseraaahhhh, kalian ini kan yang badannya lengket-lengket gimanaaaa gitu :p
Pak Roso siap mengantarkan kami kemana saja
Nasib punya badan kecil ya harus nyempil -__-"
Melipir sebentar untuk sarapan
Satu Porsi plus Es teh manis hanya Rp. 9.000
Mereka ini masih belom puas yah tidur dikereta
Pukul 08.30 AM Kami sudah melanjutkan perjalanan menuju Brown Canyon, Ternyata tidak jauh perjalanan kesana. Hanya memakan waktu setengah jam saja. Dari Simpang Lima atau dari arah barat bisa melewati pertigaan Pasar Kambing, Melewati Mrican, Kedung Mundu, Sambiroto, Lalu Pertigaan Intan Permai belok kiri ( Jl. Elang ) Kemudian sampai di Perempatan Pasar Meteseh belok Kiri

Sesampainya di Brown Canyon panas yang sangat menyengat ditambah lagi debu dari pasir yang ada disana. Diwajibkan buat kalian yang mau mengunjungi tempat tersebut harus memakai masker. Kalau memang tidak kuat panas yang sangat terik, Bawa aja payung ya ladies. Karena sangat disarankan kalau kesini saat menjelang sunrise atau sunset. Agar dapat pemandangan yang lebih kece lagi.

BROWN CANYON
Panas yang terik sekali
 Dino dan Ucup semangat 45 unuk cari spot foto

Panas dan berdebu
Spotnya kaya di Luar Negeri yah
Bekas Galian yang tersisa
Yuhuuuuu....Kami siap panas - panasan
Keduluan Timelapse :p
Genk Pink :p
Dyno, Dian, Frelly dan Ucup
Kece banget kaan pemandangannya
Maapkeun yaaa narsis lagi
Akhirnya kita ngetrip bareng lagi ya cici
Debunya bikin kotor sepatu
Sejam aja cukup buat hunting fotonya
Pukul 10.00 AM Kami pindah spot agar waktu yang berjalan cukup saat menuju Gunung Andong. Karena kami tidak mau nanjak terlalu sore. Demi keamanan, Lebih baik nanjak saat siang menjelang sore. Belum lagi baru aja ada kejadian wanita terbunuh tanpa kepala, Nahkaaannnn makin horor aja deh tuh perjalanan kami. Tapi tetap saja sih kita Positive Thinking, Kalau perjalanan kami akan berjalan lancar dan tidak kekurangan apapun. Insyaallah selamaaaattttt sampai dan baliknya dari Gunung Andong. Gak nyampe sejam kami sudah sampai di Pagoda Buddhagaya Watugong, Tidak terlalu ramai pengunjung disana. Dan ternyata om wastu teman satu trip kita numpang berdoa sebentar. 

Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong merupakan tempat ibadah umat Buddha yang terletak di Jl Perintis Kemerdekaan tepat nya didepan Markas Kodam IV Diponegoro, Watugong, Semarang. Ketinggian dari Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong sekitar 45meter.


PAGODA BUDDHAGAYA WATUGONG
Pintu Masuk Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong
Masih di Pelataran depan dengan Patung Buddha
Tumbuhan unik, entah apa namanya
Pelataran depan Pagoda yang dibelakagi oleh Patung Dewi Kwan Im

Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong
Foto bareng Patung Dewi Kwan Im yang ada di pelataran depan Pagoda

Masih di depan Pagoda

Ada dupa juga disini
               
Ukiran naga yang terpampang di Pelataran depan Patung Buddha

Patung Buddha Raksasa yang berada di dalam Pagoda

Pagoda dari sudut samping
Patung Sleeping Buddha 

Pukul 12.00 PM Kami masih harus melanjutkan perjalanan menuju Gunung Andong. Estimasi waktu sih jam 3 sore sudah sampai di Magelang, Tapi ternyata tidak sama sekali...Waktunya jadi lebih cepat. Kita sampai sana tepat pada pukul 14.00PM dan belum ada pendaki satupun yang singgah di basecamp. Jadi kita bisa lebih nyantai juga nunggu dibasecamp. Mau tau lebih lanjut perjalanan kami di Gunung Andong? Bisa klik link dibawah ini ya guys :


Minggu, 11 Oct 2015
Pukul 11.17 AM Melanjutkan perjalanan kami ke Pondok Kopi Umbul Sido Mukti. Tujuan utama setelah nanjak langsung kesana karena ada kolam renangnya. Tau sendirikan ada yang belum mandi dari kemarin. Hihihihi...

Pondok Kopi Umbul Sido Mukti terletak dilereng Gunung Ungaran dengan ketinggian 1200 mdpl. yang diapit jurang dikedua sisinya. Keindahannya yang memukau membuat kami penasaran untuk dapat berkunjung kesana. Ditambah lagi bisa renang dengan view pemandangan dan jurang yang hijau

PONDOK KOPI UMBUL SIDOMUKTI
Tiket masuk Taman Renang hanya Rp. 10.000
Ada biaya tambahan untuk wahana yang igin diikuti
Berikut Outbound Trainig yang ada di Pondok Kopi Umbul Sido Mukti
Jalan menuju Taman Renang Pondok Kopi Umbul Sido Mukti
Beginilah penampakan Taman Renang siang itu
Kolam Renang nya dibagi mejadi 2 tingkat, Yang dibawah khusus anak kecil
Wefie bareng adek satu-satunya
Ditengah-tengah antara berondong dan gw renang pake kaos pula
Pemandangannya gak kece, banyak orang
Kalau didalam kolam pake kemben tapi keluar kolam pake lagi kaosnya :D
Cuma Dyno yang masih betah berendam, Saya da Ucup udah naek lagi untuk bilas
Selesai mandi udah pada kece semua #halah
Ucup dan Dyno yang bertugas jagain gw dan Frelly selama diperjalanan
Wefie dilain sudut


Pukul 14.50 Kami sudah meninggalkan Pondok Kopi Umbul Sido Mukti dan melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah untuk melihat betapa megahnya Masjid di Jawa Tegah. Yaapp benar-benar megah dengan bangunan utama Masjid beratap limas khas bangunan Jawa namun bagia ujungnya diengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter ditambah lagi dengan 4 menara masing-masing setinggi 62 meter ditiap penjuru atapnya sebagai bentuk bangunan masjid universal islam lengkap dengan satu menara terpisah dari bangunan masjid setinggi 99meter.


MASJID AGUNG JAWA TENGAH
MAJT bergaya Romawi

MAJT dilengkapi 6 Payung Raksasa

Terdapat 25 pilar di Pelataran Masjid

Terdapat kaligrafi yang indah simbol dari  25 nabi dan rosul

Pilar-Pilar bergaya Koloseum Athena di Romawi

Menunggu Dyno yang lagi sholat

Wefie di Pelataran depan Masjid

Selesai juga Dyno sholatya, Kalo gw emang lagi berhalangan

Masjid Agung Jawa Tengah

Menunggu Sunset di MAJT

Batas Suci alas kaki

Menara yang terpisah dengan ketinggian 99 Meter

Pukul 17.20 PM Tujuan akhir kita sebelum sampai hostel ke Sam Poo Kong yang letaknya tidak jauh dari Kota Semarang, Kurang lebih sekitar 15 menit lah sampai sini. Kuil Sam Poo Kong atau gedung Batu adalah sebuah kuil Tionghoa yang terletak didaerah Simongan, Semarang. Konon katanya tempat ini dulunya adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho, Seorang penjelajah asal Tiongkok yang beragama Islam. Bahkan Sam Po Kong terkenal hingga ke mancanegara, Kabarnya Sam Poo Kong ditetapkan sebagai tempat tujuan wisata bagi pelancong asal Tiongkok. Biaya masuk Sam Poo Kong cukup murah, dengan harga Rp. 15.000/4pax plus uang parkir mobil juga. 

Dari pintu masuk Klenteng Sam Poo Kong sudah terlihat Klenteng megah

Anggap aja lagi di Beijing yah

Halaman Depan Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong menjadi salah satu Klenteng terbesar di Semarang

Ucup dan Dyno sekali-kali wisata ke Klenteng :p
Ciciiii....Sam Poo Kong dulu aja ya. Beijingnya kapan-kapan aja

Klenteng Megah Sam Poo Kong



Semacam Bentengnya Klenteng Sam Poo Kong

Di belakang kita ada Laksamana Cheng Ho

Salah satu Klenteng Sam Poo Kong yang diincar wisatawan untuk berfoto didalamnya

Kami pun gak mau sia-sia datang kemari hanya keliling saja

Beginilah penampakan Pelataran Sam Poo Kong

Tampak belakang aja udah kece kok Hahhaha :p

Begiilah Pelataran Klenteng Sam Poo Kong

Beban hidupmu berat sekali ya nak

Warna perpaduan dari Klenteng ini cerah banget

Wefie sebelum makan malam

Memang kalau yang namanya liburan, waktu berjalan sangat cepat, Semua destinasi wisata yang ingin kita kunjungi sudah dilewati satu persatu. Perut pun minta diisi karena kita baru makan tadi siang aja. Untungya selama diperjalanan kita masih punya cemilan. Jadi bisa bertahan beberapa jam sebelum makan. Pak Roso menyarankan kami untuk makan di Super Penyet. Semua makanannya dipenyet dari Tahu, Tempe, Ayam, Udah juga dipenyet. Makanannya enak dan harganya pun tidak terlalu mahal. Saya aja makan Udang, Nasi uduk dan Lime squash kena Rp. 30.000
Udang Penyet

Makanan masih belum tiba

Pukul 19.00 PM Perut sudah terisi, saatnya check-in di Hostel Imam Bonjol dengan biaya Rp. 266.000 permalam untuk pemesanan di Agoda. Tapi kalau langsung pesan di Hostelnya dikenakan biaya Rp. 280.000. Lumayankan dapat potongan harga Rp. 14.000 dari pemesanan di Agoda. Untuk kebersihan dan kenyamanannya bagus sih. Tapi pelayanannya masih kurang karena saat kami check-in AC kamar kami mati dan kamipun minta pindah ke kamar lain. Pelayannya mengatakan bahwa pindah kamar akan dikenakan biaya tambahan. Gak terima dong karena kesalahan bukan dari kami melainkan dari pihak hostel. Mereka malah kasih kipas angin untuk di kamar kami. Tetep aja gak terima, Sampai akhirnya mungkin pemilik Hostel tersebut datang dan check kondisi AC kami. Gak lama kemudian, ACnya bisa digunakan. Naahhh gitu doongggg...Usaha dulu baru minta nambah biaya. Belum usaha apa-apa udah minta biaya tambahan. KZL deh *gaya omongan anak muda kekinian*  

Satu kasur twin dan satu kasur lagi dibawahnya ada kasur tambahan

Bagian depannya Hostel

Kipas Angin yag diberikan Pihak Hostel saat AC kami mati

Toiletnya bersih dan ada air panasnya

Ada tempat gym nya juga

View dari atas Hostel Imam Bonjol

Pukul 20.00 AM sempat debat dengan adik saya karena saya langsung ajak mereka keliling Kota semarang dimalam hari. Dian lo gak ada capenya yah | Cup kita lagi dikota orang, masa cuma ngabisin waktu di hostel aja sih | Tapi kan dari tadi kita udah jalan-jalan mulu Diaaannn | Yaudah terserah kalian aja, mau ikut gw ato mau stay di Hostel aja. Gw bisa kok jalan sendiri juga *drama adek kaka di kamar hostel*

Gak lama kemudian Frelly, Dyno dan adek saya keluar juga dari kamar hostel dan ikut keluar juga. Hahahahaaaa...Akhirnya akting gw berhasil juga. Yes!!!!

Karena saya males tamya-tanya naek apa untuk keliling Semarang. Akhirnya kami memutuskan untuk keliling Kota Semarang bersama Pak Roso. Jadi kelilingnya naek mobil Pak Roso lagi. Tujuan utama kita yaitu :

Kota Lama Semarang

Persis depan Gereja Blenduk

Malam hari di Gereja Blenduk

Cantiknya bangunan Gereja Blenduk ini

Tidak jauh dari Gereja Blenduk ada GPIB Immanuel

SPIEGEL

Selama kami keliling Kota Lama Semarang ada pameran barang antik di pinggir taman depan Gereja Blenduk. Ada mata uang yang sudah tidak beredar lagi dan sekarang jadi barang antik. Saya menanyakan mata uang 1 rupiah dijual Rp. 30.000. Wow lumayan juga yaaa harga mata uang dulu. Tapi semua harga dibandrol sesuka abang yang punyanya. Karena tiap mata uang yang diperjual belikan berbeda harga semua. Tidak ada yang sama harganya.

Kini uang lama bernilai harganya

Mesin jahit sudah berpuluh tahun lamanya

Tahun 80an sudah tidak ada ini setrikaan macam foto diatas

Nah kalau TVini dulu tahun 88nan masih ada loh

Pukul 22.00 PM kita berkunjung ke Retro Cafe karena perut sudah terasa lapar. Dari depan taman Gereja Blenduk kami masih harus jalan kaki sekitar 100meter dari depan. Agak horor juga nih Kota Lama Semarang karena udah sepiiii banget terus lagi banyak bangunan yang sudah tidak digunakan lagi. Ada beberapa rumah tua yang dalamnya banyak tumbuhan membuat perjalanan kami ke dalamnya semakin mencekam. Tidak ada seorang pun yang berkeliaran disana. Untungnya kami berempat, Jadi tidak terlalu menakutkan sih. 

Setelah sampai di depan Retro Cafe disana terpampang jam mereka buka dan tutup. Omaygaaattt cafenya udah tutup ini | Belom kok cucur (dian) | itu ciciii (frelly) ada tulisan jamnya | Oiya yah, yaudah aku coba kedalam dulu deh tanyain yang jaga. Kali aja kan belum tutup | Oke aku tunggu disini ya ciii. *gak lama kemudian* Cucuuuuurrrrr masih buka dan masih bisa pesen makanan | seriusan? Asiiiikkkk yuk ah kita makan | cucur didalamnya banyak photo boothnya | Bagus deh kita bisa foto disana juga

Dan benar saja loh, disana banyak sekali tempat buat kalian yang suka narsis. Banyak barang antiknya juga loh. Cocok banget lah buat saya dan cici yang suka banget foto-foto tapi masalahnya adalah yang kebanyakan fotonya cuma saya aja. Kalau yang lainnya malah sibuk sama makanan. Buahhahaahhaa piyeee toh...Cuma aaaiiiii aja yang tertarik foto disana. Yaudahlaaahhhh yaaaa...jangan sia-siain deh tempat bagus kaya gini

                               
Retro Cafe Semarang

Keadaan sepi dimalam hari

Retro Cafe emang unik

Dian punya sayap :p

Kadang akur sama adek sendiri :D

Macam dirumah sendiri eeeiiimmmm...


Baju ijo bukan Mannequin ya :p


Photo Booth di Gereja Blenduk


Ada Sepeda Raksasanya juga


Mesin Jahit tua Zaman Baheula


Skip aja mukakita yaa. Liat belakangnya aja okeee

Makanan kami sudah tibaaaaa

Pesanan saya : Oreo Pancake dan Mocktail Strawberry

Pukul 22.40PM Kami masih mau jalan lagi ketempat lain yaitu Simpang Lima Semarang. Disana banyak sekali sepeda kelap-kelip yang disewakan. Dengan biaya sewa Rp. 50.000 sekali keliling. Awalnya kita sewa sepeda yang berkapasitas 3orang dan kami memaksakan untuk bisa masuk semua. Hhahahahaa....Sampe akhirnya pas setengah perjalanan ternyata banyak sekali sepeda yang berkapasitas bisa sampai 5 orang. Makanya kita buru-buru deh tuh maen sepeda untuk satu keliling setelah itu berpindah ke sepeda lainnya yang berkapasitas 5 orang. So much fun tonight...Kita sama sekali tidak ada rasa cape untuk gowes sepeda. Ketawa terus tiada hentinya dengan obrolan absurd yang diutarakan ucup dan dyno. Mereka itu kalo ngomong emang suka asal tapi bikin ngakak. 

Sepeda yang berkapasitas 3 orang

Kami paksakan menjadi 4 orang

Ucup dan Dyno duduk cuma setengah aja. Hahahhaa

Inilah mobil yang kita pakai untuk kapasitas 5 orang

Simpang Lima tempat nongkrongnya anak Semarang

Kece kaannnn mobil kita Hahhahaa...

Pukul 00.15 AM Kami sudah sampai di Hostel, Dikirain AC nya udah dingin dan ternyata masih aja belum dingin. Kita sudah kepanasan karena malem-malem gowes sepeda ditambah lagi kamar yang udaranya ngelekeb bikin kita semakin panas. Frelly datang ke front desk untuk complain masalah AC yang tidak berfungsi. Bukannya solusi yang kita dapat malah penambahan biaya yang telah diutarakan front desk. Kita tidak mau kalau hanya pake kipas angin sedangkan fasilitas yang ada itu ya memakai AC.Complainan Frelly pun hanya didengar saja tanpa solusi, Sempat kesal dengan solusi yang diutarakan Front Desk. Sampai akhirnya Frelly bilang kita harus share ke Agoda kalo disini servicenya gak bagus. Gak lama kemudian, Front desk dan ownernya datang untuk check AC kita. Mereka otak atik lah AC kita sampai akhirnya bisa berfungsi juga ACnya. Akhirnyaaaaaa kita gak kepanasan lagi. Nah gitu doongggg win win solution, Jangan pikirannya apa-apa mau nambah biaya. Boleh aja nambah biaya kalau memang itu kesalahan kita. Lah ini kan kesalahan dari pihak kalian yang tidak check ruangan dulu sebelumnya. Baiklaaahhhh saatnya kita istirahat karena rencana kami besok bangun pagi biar bisa jalan di Kota Semarang di pagi hari

Pukul 03.00 AM saya kebangun karena kedinginan. Maklum sampai Hostel saya lah yang pertama tidur karena saking kecapeannya. Jadi pas AC nyala, beberes langsung peloooorrrr a.k.a nempel molor. Makanya saya kebangun karena kedinginan untuk gedein angka AC yang ada.

Pukul 06.00 AM Kebangun lagi karena alarm yang nyala. Tapi yang lainnya masih aja tidur. adinya mau bangun dan siap-siap tapi kasian juga mereka kecapean. Makanya saya tolerir waktu deh biar mereka bisa istirahat lebih lama. Lanjut tiduuurrrr...

Pukul 08.00 AM Oke fine, kayanya udah siang banget ini kalo jam segini masih belum pada bangun, Akhirnya saya bangun duluan untuk mandi lalu re-packing bawaan yang tececer dilantai setelah itu, Bangunin Frelly, ucup dan Dyno biar mereka juga ikut siap-siap dan kita bisa langsung jalan. Waktu terus berlalu tapi mereka masih aja leyeh-leyeh. 

Duuuhhhhh kalian ini mau mandi jam berapa sih? ini udah siang banget, udah jam 9 gitu. Kita kan belum ke Lawang Sewu trus lagi katanya mau cari oleh-oleh | Ucup : "Iya bentar lagi nih" | Frelly : "iya cucur ini mau mandi kok" | Dyno : ( Gerasa gerusu bolak balik dikamar). Begitulah tingkah mereka yang masih aja nyantai pagi itu. Bukannya apa-apa Kereta kita ke Jakarta jam 2 siang jadi kalau mau ke semua tempat ya harusnya lebih awal keluar dari hostel

Pukul 10.05AM Masih aja belum selesai mereka packing, Omigooossss mau jam berapa ini kita jalan. Saya balik lagi kekamar untuk check Frelly dan Dyno yang belum juga selesai re-packing. Ternyata Frelly belum juga selesai memasukkan baju kedalam tasnya. Ciciiii kok lama banget siiihhh | Iya cucur ini udah tinggal masukin aja kok | Yaudah cepetan yah, Kita tunggu didepan. Hahhahaa selalu deh yaaa kita tuh kesel-keselan tapi setelah itu berakhir gitu aja. Maklum kita berdua emang udah biasa dengan sikap kita masing-masing. Frelly ya kelemar kelemer dalam menyiapkan sesuatu sedangkan saya yang super cepet mengerjakan sesuatu walopun kadang juga suka ceroboh. Klop deh kita berdua perbedaannya.

Pukul 10.20 AM Keluar juga dari hostel, Panaaaasssnyaaa waaarrrbiasaaahhhhh. Untung aaaiiii bawa payung, Tapi malah diketawain sama bocah dua. Katanya rempong liat syaa bawa payung. Kalo dipikir-pikir iya juga sih. Giliran di Gunung atau Pantai kepanasan gak masalah tapi kenapa di Semarang bermasalah banget ya.Hhahahaaa...Entahlah saya juga bingung sama kelakuan saya sendiri. Tidak jauh dari hostel kami sudah terlihat Lawang Sewu. 15 menit sampai juga di Lawang Sewu


Lawang sewu dari samping

Biaya tiket masuk

Loket pembayaran

Lawang Sewu dari Pelataran depan


Sebelum masuk kedalam Lawang Sewu, Bolehlah kita berfoto dulu *nyanyi*

Museum Kereta Api


Lokomotif kereta api ini bisa dinaiki dengan kapasitas 4orang saja

Kereta Api ini dapat memuat 160kg saja dari 4 orang tersebut

Mereka pakai guide, Kita mah gak perlu Hahahahha...


In action sebelum masuk Lawang Sewu

Bolehkan saya beranggapan kalo ini bukan di Indonesia :p


Ceritanya lagi buka pintu rumah :p

Koridor yang sangat artistik


Setelah foto dipelataran depan Lawang Sewu kami hendak pergi menuju lantai 2. Sudah 3 tangga kami naiki dari berbagai koridor selalu ada larangan dilarang naik keatas. Sedangkan saya sedari tadi melihat banyak pengunjung yang sudah berada diatas. Sempat kesal juga kita berempat karena masih juga belum menemukan tangga untuk keatas. Akhirnya kami memutuskan untuk sewa guide. Makanya guys...Jangan sombong kaya kita yah. Hahahahaa...Ujung-ujungnya kita sewa guide juga kaaannn Karena bingung dengan Lawang Sewu yang begitu luas dan mistik. Agak seram juga memang karena banyak beberapa koridor yang gelap. Ucup dan Dyno cari guide sedangkan saya dan Frelly masih saja sibuk untuk berfoto di koridor depan. 

Untuk sewa guide di Lawang Sewu Rp 30.000 saja. Kami diceritakan sejarah dari Lawang Sewu itu sendiri. Banyak ilmu yang telah diberikan oleh Penjajah Belanda dari cara pembangunan Lawang Sewu. Seperti dulu belum ada alat telekomunikasi. Jadi mereka mengapa membuat banyak pintu didalam ruangan agar dapat berkomunikasi dengan teman kerjanya diruangan sebelah dengan cara dapat bertatap muka secara langsung. Setelah itu, Mengapa kaca jendela dibuka harus dari atas karena demi keamanan pekerja disana. Jadi saat kaca pecah tidak akan melukai para pekerja yang berada di dekat jendela. Sudah pastinya jendela kaca akan pecah kebagian luar tidak kebagian dalam. Setelah itu pintu yang dibuat kenapa masih tetap awet hingga sekarang karena bagian sekrupnya bukan tempelan melainkan menyatu dengan kayu pintu itu sendiri. Jadi tidak pernah ada masalah dengan kerusakan pintu. Terakhir kayu yang dipakai oleh penjajah Belanda berasal dari Kalimantan dengan nama Kayu Ulin. Karena awet dan tidak akan dimakan oleh rayap sekalipun. Luar biasa bukan cara pikir orang zaman dulu. Mereka tidak hanya asal-asalan membuat sesuatu, Tapi lebih mementingkan keamanan para pekerjanya

                                 
1...2...3...4....dan seterusnyaaaa

Disana banyak teman kita loh. Coba deh liat baik-baik :p

Inilah Daun pintu yang saya maksud. Banyakaaannnn

Koridor dalam Lawang Sewu


Nah Lebih aman itu Jendela dibuka dari atas dengan posisi seperti ini

Koridor samping yang beratapkan dengan Kayu Ulin yang berasal dari Kalimantan

Lawang Sewu digedung tambahannya

Penampakan Lawang Sewu Pelataran depan


Lawang Sewu dibelakang kami. Lantai 2 nya tidak bisa dinaiki oleh pengunjung


INGANG artinyanya masuk gang


Guide kita bilang Kalau foto itu gak perlu pintar yang penting mengerti.
Maksudnya mungkin mengerti dalam hal pengambilan angle yang bagus dimana

Kalau malam horor banget kali yaaa

Ini ruang bawah tanah tapi bukan penjara ya saat Penjajahan Belanda
Melainkan untuk tempat saluran air

Atap koridor depan yang unik menurut saya. Seperti tangga terbalik aja yah


Spot disinilah selalu dijadikan tempat Prewedding
Contohnya sekarang ada yang sedang pemotretan tuh

Replika Lokomotif Kereta Api


Kalo ini disuruh guide nya duduk dan bergaya. Hahahhaa ...
Ada-ada aja nih Pak Photographer wanna be


Kalo kata Cici " Cucur foto disini deh, biar kaya di IG gituuuu". 
Yoweeesss aku mah nurut aja selagi ada yang motoin


Next kita berempat jadi model wanna be Hohohoho...


Pasti foto dengan gaya seperti ini sudah banyak yaaaa.
Yasudahlah yaaa...Wong Pak guidenya yang ngatur posisi kita gimana. 
Nuruuutttt aja saya mah :p


Pelataraan samping Lawang Sewu
Liat deh tiang bendera itu kenapa dengan posisi miring. Agar bendera bisa terus berkibar

Replika Lokomotif Kereta Api dipelataran samping Lawang Sewu

Dyno dicari-cari malah doi naek kereta. Dasaaaarrrr abegeeeee :p

Masih dengan pelataran depan Lawang Sewu


Kami berempat siap mencari oleh-oleh

Keluar dari Lawang Sewu tepat disamping kirinya Lawang sewu ada jalanan yang isinya penjual oleh-oleh khas semarang. Sepanjang di seberang jalan Panadaran ada banyak penjual yang menjajakan makanan Khas Semarang. Dari Wingko Babat, Lumpia, Bakpia khas Jogja juga ada, Getuk khas Magelang juga ada. Tapi saya memilih untuk beli Lumpia isi rebung dengan harga Rp. 9.000 per satu Lumpia dan Wingko Babat Rp. 17.000 perkantong dengan isi 20 buah ada 4 rasa yaitu rasa kelapa, coklat, nangka dan durian. Berhubung saya juga abis dari Magelang, sudah saja saya sekalian beli getuk khas magelang dengan harga Rp. 24.000. 

Inilah Oleh-oleh khas Semarang

Gado-gado Khas Semarang terbilang unik karena isinya tidak sama seperti yang ada di Jakarta

Pukul 13.20 PM Kita masih saja belum jalan ke Hostel. Karena waktu yang semakin mepet jadi kami memutuskan untuk naik taksi saja agar cepat sampai. Lucunya Adik saya menyarankan naik becak, Tapi saya tolak mentah-mentah. Memang sih saya tau maksudnya biar bisa merasakan transportasi becak tidak taksi karena di Jakarta pun udah biasa dengan taksi. Tapi masalahnya kita gak punya banyak waktu untuk bisa naik becak. kalau naik taksikan waktunya pun bisa berjalan lebih cepat sampai. Benar saja, Akhirnya kami keburu juga ngejar kereta jam 2 siang. Karena hanya 10 menit saja kami sudah sampai lagi di Stasiun Semarang Poncol dengan biaya Rp. 25.000

Mungkin supir taksinya bete karena tujuan kami terlalu dekat #sigh
Kosti jaya nama taksinya

Byeeee Semaraaaaang

Next time kalau pilih tempat duduk jangan di nomor satu karena bau deket toilet

Pemandangan kami diperjalanan tidak hanya sawah aja loh. Ada pantainya jugaaaa

Nah ini pematang sawah yang hijaaauuuuu. Segerkaaannn mata kalian

Karena sudah sampai di Bekasi jadi banyak penumpang yang sudah turun

Alhamdulillah sampai dengan selamat di Stasiun Pasar Senen


Itinerary Semarang :

Jumat, 9 Oct 2015
19.00 - 20.20   Tiba di Stasiun Pasar Senen
20.20 - 22.40   Menunggu Kedatangan Kereta Tawang Jaya
22.40 - 23.00   Memasuki gerbong kereta

Sabtu, 10 Oct 2015
05.00 - 06.00   Menyaksikan Sunise di Kereta Tawang Jaya
06.00 - 06.15   Tiba di Stasiun Semarang Poncol
06.15 - 07.50   Bebersih di Indomaret deket Stasiun sembari nungu Benti
07.50 - 08.30   Sarapan pagi
08.30 - 10.00   Perjalanan ke Brown Canyon dan Foto-foto di Brown Canyon
10.00 - 12.00   Perjalanan ke Pagoda Buddhagaya Watugong dan Foto-foto sambil istrahat
12.00 - 13.40   Sampai di Basecamp Gunung Andong Kampung Pendem
13.40 - 14.30   Mulai penanjaka menuju Gunung Andong

Minggu, 11 Oct 2015
07.30 - 10.15   Turun ke Basecamp
10.15 - 11.17   Re-Packing, Makan Siang
11.17 - 12.50   Perjalanan ke Pondok Kopi Umbul Sidomukti
12.50 - 14.40   Renang di Pondok Umbul Sidomukti
14.40 - 16.40   Perjalanan ke MAJT dan Foto-foto
16.40 - 18.10   Perjalanan ke Sam Poo Kong dan Foto-foto
18.10 - 19.00   Makan malam di Super Penyet Semarang
19.00 - 19.15   Menuju Hostel Imam Bonjol
19.15 - 20.00   Istirahat di Hostel
20.00 - 22.00   Keliling Kota Lima Semarang
22.00 - 22.30   Makan di Retro Cafe Semarang
22.30 - 00.15   Main sepeda kelap kelip di Simpang Lima

Senin, 12 Oct 2015
08.00 - 09.00   Bangun tidu dan Packing
09.00 - 10.20   Nungguin bocah lainnya mandi dan Re-Packing
10.20 - 12.05   Keliling Lawang Sewu
12.05 - 13.30   Keliling cari Oleh-Oleh di Panadaran
13.30 - 13.45   Perjalanan ke Stasiun Semarang Poncol
14.00               Back to Jakarta  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk ah komen daripada cuma sebarin Spam

Copyright 2012 Dian Juarsa. Diberdayakan oleh Blogger.